Sujiwo Sumbang Material Bangunan dan Peralatan Olahraga ke Ponpes Raudlatul Firdaus

Sujiwo Sumbang Material Bangunan dan Peralatan Olahraga ke Ponpes Raudlatul Firdaus

Redaksi
06 Agustus 2020
Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlatul Firdaus, Rabu (5/8/2020). 

AKCAYA.ID, Kubu Raya - Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlatul Firdaus, Rabu (5/8/2020). Kunjungan Sujiwo ke ponpes yang beralamat di Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang itu dalam rangka bersilaturahmi dengan pengasuh dan para santri pondok.

Dalam kunjungannya, orang nomor dua di Kubu Raya ini membawa material bangunan untuk disumbangkan ke pondok pesantren. Tidak cuma itu, peralatan olahraga tenis meja juga turut diberikan kepada lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Al Khairat Raudlatul Firdaus teesebut.

"Saya menyampaikan terima kasih dan pengharhaan yang setinggi-tingginya atas sambutan hangat dari pimpinan dan santri pondok. Mudah-mudahan silaturahmi kita bisa terus terjalin karena salah satu kunci kemajuan suatu daerah dan bangsa itu adalah sinergi atau kerja sama antara umara dan ulama," kata Sujiwo.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kubu Raya ini turut memantau penerapan protokol kesehatan di lingkungan pondok pesantren. Menurut pantauannya, Pondok Pesantren Raudlatul Firdaus sudah cukup baik dalam menerapkan protokol kesehatan. Hal itu dibuktikan dengan mewajibkan setiap pengunjung untuk mencuci tangan dan pemindaian suhu tubuh sebelum memasuki lingkungan pondok.

Sujiwo lalu mengingatkan kepada seluruh santri dan pimpinan pondok bahwa pandemi Covid-19 ini belum berakhir. Oleh karenanya, Ia meminta agar protokol kesehatan dapat diterapkan secara disiplin demi menghindari pesantren jadi klaster baru penularan baru Covid-19. 

"Dimulainya kembali aktivitas belajar mengajar di pondok sebetulnya juga memunculkan kekhawatiran. Kita semua khawatir kalau pondok pesantren malah jadi pusat penularan baru Covid-19, seperti yang sudah terjadi di beberapa daerah. 

Maka, saya berpesan agar protokol kesehatan betul-betul disiplin diterapkan, bahkan kalau bisa diperketat. Batasi jumlah pengunjung yang datang, persingkat waktu interaksi santri dengan orang lain di luar lingkungan pondok dan jangan biarkan santri berkeliaran saat jam istirahat," tukasnya.(Njb)