Balai Benih PDIP Kalbar Suplai Bibit Pohon ke Wisata Religi Darul Fikri

Balai Benih PDIP Kalbar Suplai Bibit Pohon ke Wisata Religi Darul Fikri

Redaksi
23 Januari 2021


AKCAYA.ID
, Kubu Raya - Koordinator Balai Benih PDI Perjuangan Kalimantan Barat Sujiwo memastikan akan menyuplai bibit tanaman untuk Pondok Pesantren Wisata Religi Darul Fikri. Suplai bibit tanaman tersebut ditujukan untuk menambah kerindangan dan keindahan pondok pesantren yang berlokasi di Desa Sungai Belidak, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya tersebut.

Sujiwo mengungkapkan, sebanyak apa pun kebutuhan Darul Fikri terhadap tanaman, Balai Benih PDI Perjuangan siap memberikan suplai. Suplai tanaman dikatakannya akan terus diberikan sampai wisata religi tersebut betul-betul rindang dan asri dipandang. 

"Wisata religi itu konsepnya harus bersih, asri, rindang, hijau, dan indah. Makanya, tadi sudah saya sampaikan ke pimpinan pesantren, Kiai Kholik, untuk urusan tanaman, jangan beli karena kita mempunyai Balai Benih."

"Selama ini beliau beli dan harganya lumayan mahal. Kita akan suplai karena kita punya balai benih yang siap menyuplai berapa pun banyaknya nanti sampai ini menjadi rindang dan hijau," katanya usai melakukan

Penanaman pohon bersama keluarga besar PDI Perjuangan Kalimantan Barat di Pondok Pesantren Darul Fikri, Sabtu (23/1/2021) pagi.

Sujiwo yang juga Wakil Bupati Kubu Raya itu mengaku terkesan dengan konsep wisata religi yang disuguhkan oleh Pesantren Darul Fikri. Selain kreatif, konsep ini juga dinilai Sujiwo mendatangkan nilai ekonomi yang pendapatannya bahkan bisa menutupi kegiatan operasional pesantren. 

Sujiwo berpendapat, konsep seperti ini patut ditiru oleh pesantren-pesantren lain di Kalimantan Barat. Kepada pesantren-pesantren yang hendak menerapkan konsep wisata religi seperti Darul Fikri, Balai Benih PDI Perjuangan Kalbar dipastikannya siap untuk memberikan suplai tanaman.

"Kebetulan ini pondok pesantren yang mempunyai kreasi yang sangat kreatif, inovasi yang sangat inovatif dengan membuat pondok ini menjadi wisata religi. Dari usaha ini bisa menutupi operasional pesantren bahkan membantu pihak-pihak lain," pungkasnya.**