Lasarus Imbau Masyarakat Kalbar Tak Lalai dengan Protokol Kesehatan

Lasarus Imbau Masyarakat Kalbar Tak Lalai dengan Protokol Kesehatan

Redaksi
12 Januari 2021
Lasarus

AKCAYA.ID, Pontianak - Wabah korona di Indonesia kian mengganas. Per hari Senin (11/1) kemarin, dari 27.948 sampel swab yang diperiksa oleh 566 laboratorium, 8.692 di antaranya dinyatakan positif Covid-19. 

Jika ditotal sejak kasus pertama pada bulan Februari 2020 lalu, tercatat ada 836.718 kasus di Indonesia. 

Semakin tingginya kasus positif Covid-19 ini turut menjadi perhatian Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat Lasarus. 

Ia mengatakan, lonjakan kasus yang masih terus terjadi ini patut disadari oleh seluruh lapisan masyarakat agar angka penularan dapat ditekan.

"Seluruh masyarakat harus menyadari bahwa protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan mengenakan masker adalah hal yang harus dilakukan."

"Kalau protokol kesehatan ini tidak kita kerjakan secara tertib, secara konsisten, maka tidak mudah kita menyelesaikan pandemi ini karena sekarang sudah sangat sulit kita bisa tahu siapa yang menginfeksi siapa," katanya saat diwawancarai awak media di Kantor DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat, Senin (11/1/2021).

Lasarus menyatakan, kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sangat penting agar wabah korona di Kalimantan Barat dapat terkendali. 

Ia tidak ingin wilayah Kalbar menjadi seperti Jawa dan Bali yang kasus positifnya terus mengalami lonjakan sehingga pemerintah terpaksa menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan ke depan. 

"Sudah ada usul untuk Jawa-Bali itu diterapkan PPKM. Ini menandakan bahwa persoalan ini sangat serius. Saya berharap kita di Kalbar ini terus bisa saling mengingatkan satu sama lain supaya apa yang terjadi di Jawa-Bali tidak terjadi di kita," harapnya.

"Anggapan bahwa tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam melawan pandemi korona harus kita ubah. Mereka, para tenaga kesehatan adalah benteng terakhir karena sesungguhnya kitalah garda yang paling depan dalam penanganan virus korona."

"Karenanya, penerapan protokol kesehatan harus menjadi kesadaran bersama agar pertempuran melawan pandemi ini bisa kita menangkan," pungkasnya.**