Hari Lahir Bung Karno, Lasarus Ajak Warisi Api Perjuangan Soekarno

Hari Lahir Bung Karno, Lasarus Ajak Warisi Api Perjuangan Soekarno

Redaksi
06 Juni 2021

AKCAYA.ID, Jakarta - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus menyebut bahwa bangsa ini pernah melahirkan orang hebat yakni Ir. Seokarno. Disebut orang hebat karena Bung Karno memiliki peran penting berdirinya bangsa ini.

Oleh karenanya dia mengajak generasi bangsa ini, mewarisi api perjuangan Ir. Soekarno dalam membangun bangsa Indonesia.

"Hari ini (6 Juni) merupakan hari kelahiran Bung Karno. Sang Putra Fajar itu telah mengantarkan bangsa ke pintu kemerdekaan," kata Lasarus saat dihubungi via seluler, 6 Juni 2021.

Pada momentum hari lahir bung Karno ini, Lasarus berpesan agar generasi bangsa ini mengamalkan semangat dan ajaran sang Proklamator dalam bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.

"Hingga kini ajaran bung Karno sangat relevan. Baik itu terkait Marhaenisme (paham keberpihakan kepada rakyat kecil), paham kebangsaan (Pancasila), Trisakti (Berdaulat di bidang Politik, Berdikari di bidang budaya dan bermartabat di bidang budaya) dan Gotong Royong dalam membangun bangsa," sebut Lasarus.

Hasil buah pikir bung Karno yang luar biasa itu, Lanjut Politisi PDI Perjuangan itu, sudah sepatutnya menjadi landasan bertindak dan berpikir generasi bangsa ini. Apalagi ditengah ancaman dan tantangan berbangsa saat ini, dimana masih banyak generasi bangsa ini yang masih terjerumus dalam paham yang radikal.

"Dalam catatan sejarah sudah terbukti bahwa Bung Karno dalam kiprah politiknya sendiri selalu berpihak kepada kepentingan rakyat-rakyat kecil bahkan sangat menentang kapitalisme," jelas ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat itu.

Tidak hanya itu, sosok pendiri bangsa (bung Karno), tambahnya, telah mencontohkan bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin bangsa ini. Dan itu terbukti bahwa bung Karno tidak memperkaya diri sendiri.

"Namun sayangnya, walaupun Bung Karno memiliki jasa besar terhadap bangsa ini, di akhir masa hidupnya diperlakukan dengan tidak begitu manusiawi bahkan keluarga dan anak-anaknya juga mendapat imbas atas kondisi politik saat itu," tuturnya.

Tidak hanya itu dalam perjalannya, Orde baru sempat juga berusaha mengaburkan sejarah sang proklamator.

"Misalnya, Soal wasiat bung Karno yang meminta dimakamkan di Bogor, malah Orde baru memindahkannya ke Blitar. Selain itu banyak juga tuduhan-tuduhan kepada Bung Karno yang hingga kini juga tidak terbukti," katanya.

Oleh karena itu, Generasi bangsa ini sudah saatnya melek sejarah dengan membuka dan mempelajari sosok bung Karno serta mengamalkan ajaran-ajarannya.