Lasarus: Masyarakat Hendaknya Tak Mengandalkan Beras sebagai Bahan Pangan

Lasarus: Masyarakat Hendaknya Tak Mengandalkan Beras sebagai Bahan Pangan

Redaksi
10 Januari 2022


AKCAYA.ID, Kubu Raya - Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat Lasarus mengajak masyarakat untuk tidak terlalu mengandalkan beras dalam memenuhi kebutuhan pangannya. 

Seusai Upacara Peringatan HUT ke-49 PDI Perjuangan di halaman Kantor DPD PDI Perjuangan Kalbar, Jalan Arteri Supadio Kubu Raya, Senin (10/2/2022), Lasarus menyebutkan terdapat banyak sekali alternatif bahan pangan yang bisa dikonsumsi. 

"Kita mendorong supaya masyarakat Indonesia hendaknya tidak mengandalkan beras sebagai bahan pangan karena ada banyak bahan pangan lain yang bisa untuk menopang kebutuhan pangan kita," ujarnya.

Menurut Lasarus, di Indonesia terdapat banyak sekali sumber pangan selain beras yang juga memiliki kandungan gizi yang baik. 

Salah satu contoh, lanjut dia, ialah umbi-umbian karena memiliki kandungan karbohidrat dan mudah sekali untuk ditanam. Tanaman umbi-umbian dikatakan Lasarus juga dapat diolah menjadi berbagai sajian. 

"Pada peringatan HUT PDI Perjuangan tahun ini, kami dianjurkan untuk menggalakkan tanaman non beras. Makanya, kemarin di DPP partai ada lomba memasak makanan pendamping beras. Dari seluruh daerah diminta menggali makanan pendamping beras sesuai kearifan lokal di daerah masing-masing," tuturnya. 

Kekayaan bahan pangan Indonesia, kata Lasarus, harus benar-benar dimanfaatkan secara maksimal supaya dapat memberikan nilai tambah bagi para petani. 

Ia tak ingin bahan pangan tanah air bernasib seperti porang yang bernilai ekonomi tinggi setelah diolah menjadi beras shirataki oleh Jepang. 

"Jangan sampai nanti potensi pendamping beras adanya di Indonesia menjadi ekonomis di negara lain. Contohnya apa, porang. Porang itu dibuat nasi shirataki oleh Jepang."

"Bahannya dari Indonesia kemudian Jepang olah jadi nasi shirataki dan Indonesia membelinya. Ini salah satu contoh dan masih banyak contoh lain yang jangan sampai terjadi karena kita lalai akan potensi dan kekayaan bahan pangan kita," tandasnya.**